Senin, 04 Maret 2019

Manfaat, Ruang Lingkup, Komponen dan Pengaplikasian SIG dalam Bidang Kesehatan

Manfaat, Ruang Lingkup, Komponen dan Pengaplikasian SIG dalam Bidang Kesehatan
( Devi Arisandy / 17025010091 )

Pengertian Sistem Informasi Geografis
SIG atau sistem informasi geografis adalah sistem informasi khusus untuk mengelolah data yang mempunyai informasi spasial (bereferensi keruangan) atau sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk menyimpan, membangun, mengelolah dan menampilkan informasi berkaitan dengan geografis. Tujuan utama dari operasi SIG adalah :
1. Membantu mengenali berbagai persoalan di permukaan bumi yang penting bagi kehidupan manusia
2. Membantu menentukan strategi penanganan persoalan permukaan bumi dan atau dekat permukaan bumi yang ditentukan.
Manfaat Sistem Informasi Geografis (SIG)
·         Manajemen Tata Guna Lahan
SIG digunakan untuk membuat perencanaan wilayah seperti pemanfaatan lahan di kota yang dibagi menjadi daerah pemukiman, indurstri, perdaganan, perkantoran, fasilitas umum dan jalur hijau dan hasilnya bisa digunakan sebagai acuan dalam pembangunan yang dibutuhkan.
·         Inventarisasi Sumber Daya Alam
a)    Untuk mengetahui persebaran  sumber daya alam di permukaan bumi, seperti minyak bumi, batubara, emas, besi dan bahan tambang lain.
b)    Untuk mengetahui persebaran area lahan yang potensial dan kritis
c)    Digunakan dalam pemanfaatan perubahan pembangunan lahan
d)    Untuk rehabilitasi dan konservasi lahan
e)    Untuk mengetahui area hutan yang masih baik dan hutan yang telah rusak
f)     Untuk mengetahui area lahan pertanian dan perkebunan
g)    Untuk pengawasan Daerah Bencana Alam
·         Bidang Perencanaan Kota dan Wilayah
a)    Bidang sumber daya ( kesesuaian lahan, pemukiman, analisis daerah rawan bencana, pertanian, perkebunan, tata guna lahan, pertambangan dan energi )
b)    Bidang sarana prasarana ( sistem jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan jaringan listrik )
c)    Bidang sosial budaya ( mengetahui luas dan persebaran penduduk suatu daerah, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan pada suatu kawasan seperti sekolah, perkantoran, industri, taman hiburan, dan lain-lain )
d)    Bidang Transportasi ( analisis kawasan rawan macet dan kecelakaan, inventarisasi jaringan transportasi publik, perencanaan perluasan sistem jaringan jalan )
e)    Bidang Perencanaan Ruang ( perencanaan tata ruang wilayah industri, pasar, permukiman dan lain-lain )
f)     Bidang Pariwisata ( inventarisasi pariwisata dan analisis potensi pariwisata suatu daerah )
Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis (SIG)
1.    Input Data
Input data dilakukan untuk memasukkan data spasial dan data non spasial. Data spasial bisa berbentuk peta analog, sedangkan SIG harus memakai peta digital, maka dari itu peta analog tersebut harus diubah ke bentuk peta digital dengan memakai alat digitizer.
2.    Manipulasi Data
Data yang diperlukan oleh SIG kemungkinan harus dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipakai. Untuk itu, SIG mampu melaksanakan fungsi edit, baik untuk data spasial atau non spasial
3.    Manajemen Data
Jika data spasial sudah dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non spasial. Pengolahan data non spasial meliputi pemakaian DBMS untuk menyimpan data yang ukurannya besar.
4.    Query dan Analisis
Query adalah proses analisis yang dilaksanakan secara tabular, sedangkan  secara fundamental SIG dapat melakukan dua jenis analisis data, yaitu:
·         Analisis Proximity merupakan analisis geografi yang berbasis jarak antar layer.
·         Analisis Overlay merupakan proses penyatuan data lapisan layer yang berbeda atau operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk kemudian disatukan secara fisik.
5.    Visualisasi
Hasil akhir yang paling baik dari operasi sistem informasi geografis ditampilkan dalam bentuk peta atau gambar yang efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis.
Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG)
1.    Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat SIG yang merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis geografi dan pemetaan. Perangkat keras SIG mempunyai kemampuan untuk mendukung operasi berbasis data dengan jumlah volume data yang besar dengan cepat. Perangkat keras ini tersusun atas berbagai bagian pengimput, pengolah, dan pencetak hasil proses dari suatu data, contohnya seperti mouse, printer, harddisk, digitizer, RAM, dan lain-lain.
2.    Perangkat Lunak (Software)
Perangkat yang dipakai untuk melaksanakan proses menyimpan, menganalisa, dan memvisualkan data secara spasial ataupun non-spasial, contohnya seperti database management system (DBMS).
3.    Manusia
Manusia merupakan bagian terpenting dari SIG dikarenakan manusia adalah perencana, pengguna dan yang menjalankan SIG. 
4.    Metode
Metode yang dimanfaatkan dalam SIG akan berbeda, sesuai dengan tingkat masalah atau persoalan yang dihadapi.
5.    Data, Secara prinsipnya data terdiri dari dua jenis dalam SIG, yaitu:
·         Data Spasial, merupakan perwujudan nyata suatu daerah yang ada di permukaan bumi. Secara umum divisualisasikan dalam bentuk peta, gambar berformat digital atau dalam bentuk image (raster) yang mempunyai nilai tertentu.
·         Data Non Spasial, merupakan data berbentuk tabel yang mana tabel tersebut memiliki informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data biasanya berbentuk data tabular yang satu sama lain di integrasikan dengan data spasial yang ada.
Sistem informasi geografis dalam perkembangannya dapat digunakan pada bidang kesehatan contohnya untuk menentukan distribusi penderita suatu penyakit dan penyebaran penyakit, distribusi unit – unit rumah sakit atau puskesmas, dan fasilitas kesehatan maupun jumlah tenaga medis. Menurut WHO, Sistem Informasi Geografis dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan antara lain :
1.    Menentukan Distribusi Geografis Penyakit
2.    Monitoring Penyakit
3.    Pemetaan Populasis Berisiko
4.    Perencanaan dan Penentuan Intervensi
5.    Analisis trend Spasial dan Temporal
6.    Stratifikasi Faktor risiko
7.    Penilaian Distribusi Sumberdaya
Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan SIG dalam bidang Kesehatan Masyarakat :
a)    Sebagai monitoring status kesehatan masyarakat. Untuk mendukung fungsi ini, SIG dapat digunakan dalam memetakan kelompok masyarakat serta areanya berdasarkan status kesehatan yang dideritanya, misalnya status penderita demam berdarah. Dengan SIG, dapat membuat peta mengenai status kesehatan untuk merencanakan program pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut, misalnya pelayanan ANC, persalinan dan lain-lain.
b)    Menghubungkan individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan jika pelayanan kesehatan belum tersedia, sehingga dengan data SIG dapat diketahui bagaimana akses transportasi termudah yang dapat dilalui oleh masyarakat  menuju fasilitas kesehatan terdekat.
c)    Membangun hubungan kerjasama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Dalam hal ini SIG dapat digunakan untuk membuat strategi dalam pemecahan masalah kesehatan dan kemudian memetakan kelompok masyarakat yang potensial dapat mendukung program tersebut
d)    Menginformasikan dan mendidik masyarakat mengenai isu – isu kesehatan, yang dalam hal ini dapat menyediakan informasi mengenai kelompok masyarakat yang masih memiliki pengetahuan kurang mengenai informasi kesehatan tertentu, sehingga kemudian dapat mencari informasi di media komunikasi yang paling efektif bagi kelompok tersebut, serta dapat membuat perencanaan mengenai waktu yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat tersebut.
e)    Membangun kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Dalam hal ini SIG digunakan untuk memetakan kebijakan dari tiap unit pelayanan kesehatan oleh masyarakat sehingga dapat dibuat perencanaan yang jelas mengenai sumber daya kesehatan yang perlu disediakan untuk unit kesehatan tersebut disesuaikan dengan tingkat utilitasnya.
f)     Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan ahli kesehatan yang berkompeten di bidangnya. Dalam hal ini SIG digunakan untuk menyediakan peta penyebaran tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat di daerah-daerah, sehingga dapat dilihat jika ada kelebihan atau bahkan kekurangan personel di suatu daerah. Lebih lanjut, data tersebut dapat digunakan dalam hal perencanaan pengadaan tenaga – tenaga kesehatan untuk jangka waktu ke depan untuk masing – masing wilayah.
g)    Membangun perangkat hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan masyarakat. Dalam hal ini SIG dapat digunakan untuk membagi dengan jelas kewenangan dan tanggung jawab dari suatu pusat pelayanan kesehatan tiap wilayah kerja untuk menjamin dan menangani segala bentuk masalah yang terjadi di wilayah tersebut
h)    Penelitian untuk menciptakan inovasi  atau penemuan baru dan dalam memecahkan masalah kesehatan di masyarakat. Kegunaan SIG dalam hal ini adalah untuk menyediakan data yang akurat mengenai perubahan yang terjadi di suatu daerah dan berpengaruh pada lingkungan serta berpotensi mempengaruhi status kesehatan masyarakat sekitarnya, yang kemudian data ini dapat digunakan untuk merencanakan inovasi tertentu yang dapat menjamin kesehatan suatu masyarakat

Kesimpulan

SIG atau sistem informasi geografis adalah suatu sistem informasi atau sistem komputer khusus yang dapat dimanfaatkan untuk membantu atau menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang pada permukaan bumi dengan mengandalkan komponen dan ruang lingkup dari sistem informasi geografis itu sendiri, salah satu contohnya pada bidang kesehatan, SIG dapat digunakan untuk menentukan distribusi geografis penyakit, monitoring penyakit, memberi informasi kesehatan, membuat kebijakan dan rencana dalam menghadapi masalah kesehatan, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Remote Sensing dari DAS: spektral Ratioing Studi Manajemen Daerah Aliran Sungai

“Remote Sensing dari DAS: spektral Ratioing Studi Manajemen Daerah Aliran Sungai” Nama  Kelompok      : Devi Arisandy            ...