Manfaat,
Ruang Lingkup, Komponen dan Pengaplikasian SIG dalam Bidang Kesehatan
(
Devi Arisandy / 17025010091 )
Pengertian
Sistem Informasi Geografis
SIG atau sistem informasi geografis
adalah sistem informasi khusus untuk mengelolah data yang mempunyai informasi
spasial (bereferensi keruangan) atau sistem komputer yang memiliki kemampuan
untuk menyimpan, membangun, mengelolah dan menampilkan informasi berkaitan
dengan geografis. Tujuan utama dari operasi SIG adalah :
1.
Membantu mengenali berbagai persoalan di permukaan bumi yang penting bagi
kehidupan manusia
2.
Membantu menentukan strategi penanganan persoalan permukaan bumi dan atau dekat
permukaan bumi yang ditentukan.
Manfaat
Sistem Informasi Geografis (SIG)
·
Manajemen
Tata Guna Lahan
SIG digunakan untuk membuat
perencanaan wilayah seperti pemanfaatan lahan di kota yang dibagi menjadi
daerah pemukiman, indurstri, perdaganan, perkantoran, fasilitas umum dan jalur
hijau dan hasilnya bisa digunakan sebagai acuan dalam pembangunan yang
dibutuhkan.
·
Inventarisasi
Sumber Daya Alam
a)
Untuk
mengetahui persebaran sumber daya alam di permukaan bumi, seperti minyak
bumi, batubara, emas, besi dan bahan tambang lain.
b)
Untuk
mengetahui persebaran area lahan yang potensial dan kritis
c)
Digunakan
dalam pemanfaatan perubahan pembangunan lahan
d)
Untuk
rehabilitasi dan konservasi lahan
e)
Untuk
mengetahui area hutan yang masih baik dan hutan yang telah rusak
f)
Untuk
mengetahui area lahan pertanian dan perkebunan
g)
Untuk
pengawasan Daerah Bencana Alam
·
Bidang Perencanaan Kota dan Wilayah
a)
Bidang sumber daya ( kesesuaian lahan, pemukiman, analisis daerah
rawan bencana , pertanian,
perkebunan, tata guna lahan, pertambangan dan energi )
b)
Bidang sarana prasarana ( sistem jaringan air bersih, perencanaan
dan perluasan jaringan listrik
)
c)
Bidang sosial budaya ( mengetahui luas dan persebaran penduduk
suatu daerah, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan
pembangunan pada suatu kawasan seperti sekolah, perkantoran, industri, taman
hiburan, dan lain-lain )
d)
Bidang Transportasi ( analisis kawasan rawan macet dan kecelakaan,
inventarisasi jaringan transportasi publik, perencanaan perluasan sistem
jaringan jalan )
e)
Bidang Perencanaan Ruang ( perencanaan tata ruang wilayah industri,
pasar, permukiman dan lain-lain )
f)
Bidang Pariwisata ( inventarisasi pariwisata dan analisis potensi
pariwisata suatu daerah )
Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis (SIG)
1. Input Data
Input data dilakukan untuk memasukkan data spasial dan data non
spasial. Data spasial bisa berbentuk peta analog, sedangkan SIG harus memakai
peta digital, maka dari itu peta analog tersebut harus diubah ke bentuk peta
digital dengan memakai alat digitizer.
2. Manipulasi Data
Data yang diperlukan oleh SIG kemungkinan harus dimanipulasi agar
sesuai dengan sistem yang dipakai. Untuk itu, SIG mampu melaksanakan fungsi
edit, baik untuk data spasial atau non spasial
3. Manajemen Data
Jika data spasial sudah dimasukkan maka proses selanjutnya adalah
pengolahan data non spasial. Pengolahan data non spasial meliputi pemakaian
DBMS untuk menyimpan data yang ukurannya besar.
4. Query dan Analisis
Query adalah proses analisis yang dilaksanakan secara tabular, sedangkan
secara fundamental SIG dapat melakukan
dua jenis analisis data, yaitu:
·
Analisis Proximity
merupakan analisis geografi yang berbasis jarak antar layer.
·
Analisis Overlay
merupakan proses penyatuan data lapisan layer yang berbeda atau operasi visual
yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk kemudian disatukan secara fisik.
5. Visualisasi
Hasil akhir yang paling baik dari operasi sistem informasi
geografis ditampilkan dalam bentuk peta atau gambar yang efektif untuk
menyimpan dan memberikan informasi geografis.
Komponen Sistem Informasi
Geografis (SIG)
1.
Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat SIG yang merupakan bagian dari sistem komputer yang
mendukung analisis geografi dan pemetaan. Perangkat keras SIG mempunyai
kemampuan untuk mendukung operasi berbasis data dengan jumlah volume data yang
besar dengan cepat. Perangkat keras ini tersusun atas berbagai bagian pengimput,
pengolah, dan pencetak hasil proses dari suatu data, contohnya seperti mouse,
printer, harddisk, digitizer, RAM, dan lain-lain.
2.
Perangkat Lunak (Software)
Perangkat yang dipakai untuk melaksanakan proses menyimpan,
menganalisa, dan memvisualkan data secara spasial ataupun non-spasial,
contohnya seperti database management system (DBMS).
3.
Manusia
Manusia merupakan bagian terpenting dari SIG dikarenakan manusia
adalah perencana, pengguna dan yang menjalankan SIG.
4.
Metode
Metode yang dimanfaatkan dalam SIG akan berbeda, sesuai dengan
tingkat masalah atau persoalan yang dihadapi.
5.
Data, Secara prinsipnya data
terdiri dari dua jenis dalam SIG, yaitu:
·
Data Spasial, merupakan
perwujudan nyata suatu daerah yang ada di permukaan bumi. Secara umum
divisualisasikan dalam bentuk peta, gambar berformat digital atau dalam bentuk
image (raster) yang mempunyai nilai tertentu.
·
Data Non Spasial, merupakan data
berbentuk tabel yang mana tabel tersebut memiliki informasi yang dimiliki oleh
obyek dalam data spasial. Data biasanya berbentuk data tabular yang satu sama
lain di integrasikan dengan data spasial yang ada.
Sistem informasi
geografis dalam perkembangannya dapat digunakan pada bidang kesehatan contohnya
untuk menentukan distribusi penderita suatu penyakit dan penyebaran penyakit, distribusi
unit – unit rumah sakit atau puskesmas, dan fasilitas kesehatan maupun jumlah
tenaga medis. Menurut WHO, Sistem Informasi Geografis dalam kesehatan
masyarakat dapat digunakan antara lain :
1.
Menentukan Distribusi Geografis
Penyakit
2.
Monitoring Penyakit
3.
Pemetaan Populasis Berisiko
4.
Perencanaan dan Penentuan
Intervensi
5.
Analisis trend Spasial dan
Temporal
6.
Stratifikasi Faktor risiko
7.
Penilaian Distribusi Sumberdaya
Berikut ini beberapa contoh
pemanfaatan SIG dalam bidang Kesehatan Masyarakat :
a)
Sebagai monitoring status
kesehatan masyarakat. Untuk mendukung fungsi ini, SIG dapat digunakan dalam memetakan
kelompok masyarakat serta areanya berdasarkan status kesehatan yang dideritanya,
misalnya status penderita demam berdarah. Dengan SIG, dapat membuat peta
mengenai status kesehatan untuk merencanakan program pelayanan kesehatan yang
dibutuhkan oleh kelompok tersebut, misalnya pelayanan ANC, persalinan dan
lain-lain.
b)
Menghubungkan individu yang
membutuhkan pelayanan kesehatan jika pelayanan kesehatan belum tersedia, sehingga
dengan data SIG dapat diketahui bagaimana akses transportasi termudah yang
dapat dilalui oleh masyarakat menuju
fasilitas kesehatan terdekat.
c)
Membangun hubungan kerjasama
dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan.
Dalam hal ini SIG dapat digunakan untuk membuat strategi dalam pemecahan
masalah kesehatan dan kemudian memetakan kelompok masyarakat yang potensial
dapat mendukung program tersebut
d)
Menginformasikan dan mendidik
masyarakat mengenai isu – isu kesehatan, yang dalam hal ini dapat menyediakan informasi
mengenai kelompok masyarakat yang masih memiliki pengetahuan kurang mengenai
informasi kesehatan tertentu, sehingga kemudian dapat mencari informasi di media
komunikasi yang paling efektif bagi kelompok tersebut, serta dapat membuat
perencanaan mengenai waktu yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan kepada
kelompok masyarakat tersebut.
e)
Membangun kebijakan dan rencana
yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah
kesehatan. Dalam hal ini SIG digunakan untuk memetakan kebijakan dari tiap unit
pelayanan kesehatan oleh masyarakat sehingga dapat dibuat perencanaan yang
jelas mengenai sumber daya kesehatan yang perlu disediakan untuk unit kesehatan
tersebut disesuaikan dengan tingkat utilitasnya.
f)
Menjamin ketersediaan tenaga
kesehatan dan ahli kesehatan yang berkompeten di bidangnya. Dalam hal ini SIG digunakan
untuk menyediakan peta penyebaran tenaga kesehatan dan ahli kesehatan
masyarakat di daerah-daerah, sehingga dapat dilihat jika ada kelebihan atau
bahkan kekurangan personel di suatu daerah. Lebih lanjut, data tersebut dapat
digunakan dalam hal perencanaan pengadaan tenaga – tenaga kesehatan untuk
jangka waktu ke depan untuk masing – masing wilayah.
g)
Membangun perangkat hukum dan
peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan masyarakat. Dalam
hal ini SIG dapat digunakan untuk membagi dengan jelas kewenangan dan tanggung
jawab dari suatu pusat pelayanan kesehatan tiap wilayah kerja untuk menjamin
dan menangani segala bentuk masalah yang terjadi di wilayah tersebut
h)
Penelitian untuk menciptakan inovasi
atau penemuan baru dan dalam memecahkan
masalah kesehatan di masyarakat. Kegunaan SIG dalam hal ini adalah untuk
menyediakan data yang akurat mengenai perubahan yang terjadi di suatu daerah dan
berpengaruh pada lingkungan serta berpotensi mempengaruhi status kesehatan
masyarakat sekitarnya, yang kemudian data ini dapat digunakan untuk merencanakan
inovasi tertentu yang dapat menjamin kesehatan suatu masyarakat
Kesimpulan
SIG atau sistem informasi
geografis adalah suatu sistem informasi atau sistem komputer khusus yang dapat
dimanfaatkan untuk membantu atau menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang
pada permukaan bumi dengan mengandalkan komponen dan ruang lingkup dari sistem
informasi geografis itu sendiri, salah satu contohnya pada bidang kesehatan,
SIG dapat digunakan untuk menentukan distribusi geografis penyakit, monitoring
penyakit, memberi informasi kesehatan, membuat kebijakan dan rencana dalam
menghadapi masalah kesehatan, dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar